Perangkat Lunak (Software) merupakan suatu produk yang sangat rentan untuk dibajak. Para pengembang software harus beradu pintar dengan para pembajak.

Jenis – Jenis Pembajakan
Dari studi tahunan tentang pembajakan software, pada tahun 2008, tingkat pembajakan di Indonesia mencapai 85% yang artinya setiap 10 komputer, 8 komputer menggunakan software bajakan. Kerugian yang diderita developer sekitar $544 juta.

Menurut Microsoft, dalam buku Panduan Lisensi Microsoft, ada 5 macam kategori pembajakan :
1. End user copying , yaitu menggandakan software yang dilakukan oleh indovidu atau pelaku bisnis yang tidak memiliki lisensi untuk menggandakannya. Contoh sederhana jika kita membeli software yang boleh digunakan untuk satu komputer, kita menggandakannya untuk komputer lain.

2. Hard-disk Loading , yaitu ketika sebuah komputer yang dijual kepada pengguna terlebih dahulu diinstall software tidak sah (tanpa lisensi). Kejadian ini hampir terjadi setiap waktu ketika pembeli komputer meminta menginstall program tertentu kepada penjual.

3. Mischanneling Software, yaitu beberapa pengembang software memberikan harga khusus untuk pembelian software berukuran besar.

4. Counterfeiting (Pemalsuan), merupakan penggandakan lunak dalam skala besar, baik media maupun kemasan akan digandakan secara tidak sah untuk kemudia dijual untuk keuntungan pribadi

5. Pembajakan lewat Internet, media Internet untuk menyediakan, menyebarkan software bajakan.

Proteksi terhadap software

1. Proteksi dengan menggunakan Serial Number
Pengguna harus memasukkan Serial Number untuk menggunakan software tersebut, Serial number didapat jika pengguna membelinya lewat online. Serial number bisa sama untuk semua komputer bisa berbeda berdasarkan username. Namun, banyak program-program yang menggunakan proteksi serial number telah menjadi sasaran cracker untuk menciptakan keygen (Key Generator).

2. Time-limited Program
Bentuk Proteksi time-limited akan memastikan bahwa perangkat lunak tidak dapat digunakan setelah masa percobaan habis. Metode ini kurang efektif dikarenakan dapat dijebol dengan mengganti waktunya.

3. Proteksi secara perangkat keras (Istilahnya “Dongle”)
Dalam skema proteksi ini, sebuah perangkat keras dihubungkan dengan port I/O pada komputer. Saat aplikasi dijalankan, program akan mengirimkan I/O tempat dongle berada. Jika program tidak menerima respons apapun, makan program tidak berjalan atau fiturnya dibatasi.
Jenis proteksi yang cukup popular adalah HASP (www.ealaddin.com) dan sentinel (www.rainbow.com)
4. Proteksi menggunakan CD
Cara kerjanya paling sederhana dengan melakukan pengecekan label pada CD. Jika label telah berubah, maka dapat dipastika CD tersebut bukan asli. Beberapa developer mencoba cara yang lebih rumit, yaitu memberi nama CD sehingga menyebabkan error ketika digandakan, misalnya menggunakan blank space atau karakter gak jelas. Hingga saat ini, CD Burner gagal melakukan penggandaan untuk CD jenis ini.
5. Proteksi dengan menggunakan kompresi dan encoding
Melakukan kompresi untuk suatu perangkat lunak adalah suatu cara untuk melindungi perangkat lunak. Keuntungannya adalah bahwa aplikasi harus terlebih dahulu diekstrak sebelum cracker dapat melakukan perubahan didalamnya. Kompresi yang baik tentunya menyulitkan cracker dalam proses penelusuran, saat hendak melakukan aktivitas cracking.
Bagaimana Cracker Melakukan Crack terhadap proteksi perangkat lunak?
Walaupun muncul berbagai metode perlindungdan, namun para cracker hampir selalu berhasil menjebol metode tersebut. Mungkin agak mengejutkan bahwa motivasi cracker bukanlah uang (Hasil crack dibagikan secara gratis). Dikalangan para cracker, itu adalah sebuah kompetisi informal, siapa yang berhasil menjebol software terbaru dan proteksi tersulit dialah yang akan dihargai dan dihormati di komunitas cracker.
Walaupun software tidak didistribusikan dengan source code, namun para cracker menggunakan tools tertentu dapat menjebol proteksi, antara lain :
1. Debugger. Dengan menggunakan Debugger, dimungkinkan untuk melakukan penelusuran terhadap suatu aplikasi, mengeksekusi instruksi satu per satu, dan berhenti pada titik tertentu. Contohnya : Winpdb, GDB, SoftIce.
2. Disassembler. Dapat digunakan untuk menerjemahkan aplikasi menjadi bahasa assembler. Cracker cukup mengerti bahasa assembly untuk menelusuri cara kerja aplikasi dalam melakukan proteksi. Contohnya : PVDasm, OllyDbg, IDA, ILDASM, SIMON, dsb

Jumat, 05 Februari 2010 Posted in | | 0 Comments »

One Responses to "Metode proteksi Software"

Write a comment